kabargolkar.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 sudah menerpa Indonesia selama 3 bulan. Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam menangani pasien yang positif Covid-19. Mereka bertaruh nyawa dalam upaya penyelamatan nyawa orang lain, sudah puluhan dokter dan belasan perawat meninggal dalam tugas mulianya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah di Jakarta, Minggu, 19 April 2020 menyatakan 14 perawat meninggal akibat Covid-19. Puluhan perawat lainnya dirawat karena tertular virus Corona. N. Nazar Ketua Tim Audit Internal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyampaikan sudah 30 dokter meninggal karena Covid-19.
"Kami akan audit mulai riwayat penularan, penyakit penyerta yanh dimiliki, hingga lingkungan kerja dokter yang merawat pasien. Dari audit, tergambar interaksi dokter selama 14 hari sebelum timbul gejala ataupun tiga minggu sebelum meninggal," kata Tim audit PB IDI N Nazar.
Nur Cahyo Sasongko (33 tahun) perawat di ICU RSUP Dr. Kariadi Sabtu, 18/4/2020 mengekspresikan kesedihannya, "Beberapa pasien kuat hingga sembuh dan kembali ke rumah. Tetapi, kenapa teman kami tidak kuat? Saat itu, kami down," ujarnya sedih. RSUP Dr. Kariadi Kota Semarang Jawa Tengah dikabarkan sebelumnya memang paling banyak tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19. Terkonfirmasi dari hasil pemeriksaan pada Selasa, 14/4/2020 sebanyak 34 tenaga kesehatan dinyatakan positif terkena virus Corona. Terbanyak adalah dokter, 6 dokter spesialis, 24 dokter program pendidikan program spesialis, 2 fisioterapis, 1 perawat, dan 1 tenaga administratif. Total 57 pegawai rumah sakit itu yang terkonfirmasi positif Covid-19.