Kabar Golkar

Idris Laena Berpolitik untuk Kepentingan Publik

Oleh · · Kabar Nasional

Idris Laena Berpolitik untuk Kepentingan Publik
Idris Laena Berpolitik untuk Kepentingan Publik

Komisi VI DPR RI ini juga mengatakan, baik pemerintah dan DPR RI, siap membantu mewujudkan terciptanya koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa yang menjadi pilihan utama masyarakat. Menurutnya, dengan hadirnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diharapkan masyarakat yang menjadi anggota koperasi dapat merasa aman saat menaruh uang di koperasi tersebut.

Dia juga siap mendukung penuh agar LPS untuk Koperasi Simpan Pinjam dapat tercapai. Laena menegaskan, pemerintah perlu memperkuat kelembagaan koperasi, maka perlu dibuat UU tentang Perkoperasian yang baru sebagai pengganti UU Perkoperasian No. 25 tahun 1992, dengan mengikuti perkembangan zaman dalam era globalisasi dan digitalisasi.

“Insya Allah mudah-mudahan di periode ini bisa segera kami sahkan dan saya siap mengawal sebelum berakhir masa jabatan saya,” tegasnya.

Tak hanya itu, di daerah konstituennya, dia mendirikan Laena Center yang tak hanya rutin memberikan bantuan kepada masyarakat, tetapi juga memberikan beragam pelatihan, salah satunya untuk memajukan UKM.

“UKM beberapa kali menyelamatkan bangsa ini dari krisis, di antaranya krisis tahun 1998 dan saat pandemi Covid-19 ini. Jumlahnya juga besar sekitar 54 juta, sayangnya affirmative action dari pemerintah masih kurang maksimal, baik dari sisi kebijakan juga anggarannya. Kita harus dorong, agar UKM di Indonesia diberikan kemudahan berusaha termasuk akses modal dan insentif,” tambah Laena.

Sebagai Ketua Fraksi MPR RI yang bertanggung jawab menjaga dan mengawal sistem demokrasi dan konstitusi demokrasi di Indonesia, Laena tak kenal lelah dalam melakukan sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika).

Berbicara soal tatanan kehidupan, kata dia, tentu yang dituju adalah nilai. Bicara Pancasila, nilai yang dituju adalah moral dan etika. Bicara UUD Tahun 1945 sasarannya adalah tatanan hukum. Begitu pula kalau bicara NKRI, yang bentangannya dari Sabang sampai Merauke, nilai yang dituju adalah rasa nasionalisme dan patriotisme.

“Ketika Sabang dicubit, Merauke menjerit. Dan, bicara Bhinneka Tunggal Ika maka nilai yang ingin dicapai adalah saling menghormati dan saling menghargai. Itulah nilai-nilai Empat Pilar yang menjadi karakter bangsa. The Founding Father bangsa ini berjuang membangun bangsa ini tidak mudah, jadi masyarakat harus paham, jangan ada yang membawa ideologi baru ke sini,” urainya.