Kabargolkar.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3 persen berlanjut di 2022, sebagai bagian dalam upaya memacu pemulihan ekonomi nasional.
"Pemerintah menyubsidi 3 persen lagi, dan tahun ini juga sesuai persetujuan dari rapat terbatas, maka KUR ini 3 persen selama 6 bulan, sisanya disiapkan oleh Bu Menkeu (Sri Mulyani)," katanya, dalam acara penghargaan KUR, Selasa (18/1).
Airlangga meminta agar sosialisasi terkait KUR digencarkan. Sebab, saat dirinya mengunjungi beberapa daerah, masih ada masyarakat yang tidak mengetahui bahwa bunga KUR hanya 6 persen, dengan setengahnya disubsidi oleh pemerintah.
Ia pun berharap masyarakat khususnya pelaku UMKM bisa memanfaatkan KUR, terutama yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19.
Apalagi, realisasi KUR di beberapa sektor seperti sektor perkebunan dan peremajaan kelapa sawit belum maksimal.
Pemerintah juga terus melengkapi data UMKM dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) KUR.
Airlangga menyebut, pemerintah sudah menaikkan plafon KUR menjadi Rp 373,13 triliun tahun ini untuk bisa dimanfaatkan oleh UMKM.
KUR tersebut disalurkan oleh beberapa kementerian/lembaga dan perbankan penyalur, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
"Ini kami berharap UMKM bisa termotivasi, dan bisa disalurkan dalam beberapa kementerian dan terkait beberapa penyalur dari perbankan," ujarnya.
Ia menyebut, pemerintah melihat UMKM menjadi satu pendorong pertumbuhan ekonomi di 2021. Pada tahun tersebut, dana KUR yang disiapkan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 162,4 triliun.
Penyerap KUR terbesar adalah sektor pertanian. Tak heran, sektor ini menjadi yang paling tahan terhadap pandemi covid-19.
"Jadi pertanian ini menjadi (penyerap-Red) terbesar KUR, karena dalam situasi covid-19, pertanian lajunya kencang," tuturnya. (tribunnews.com)