Golkar 4G[/caption]
Dengan situasi harga rumah yang pelik ini, maka program pemerintah untuk melakukan subsidi KPR dan uang muka sudah cukup tepat. Subsidi ini tentu harus diarahkan ke wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan rumahtangga yang tidak memiliki rumah. Partai Golkar wajib melanjutkan agenda subsidi KPR dan uang muka supaya cicilan rumah tidak memberatkan.
Partai Golkar juga mesti mempertahankan agenda pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang memang memangkas harga rumah. Agenda ini penting untuk menambah jumlah rumah yang tersedia sehingga dapat membuat harga rumah lebih terkendali. Aktivitas spekulasi tanah pun juga bisa diperkecil.
Untuk membantu rumahtangga yang menyewa rumah tinggal di kota-kota besar, Partai Golkar bisa menjalankan agenda pengawasan agar kenaikan harga sewa tidak terlalu tinggi. Kenaikan sewa harus diawasi agar bisa di bawah kenaikan upah minimum. Caranya dapat dengan menerapkan batas atas harga sewa. Batas atas harga sewa ini bisa disesuaikan dengan inflasi.
Penambahan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) juga harus termasuk agenda yang diperjuangkan Partai Golkar. Dengan adanya rusunawa ketersediaan rumah dapat terjaga. Ketersediaan ini penting agar harga sewa lebih terkendali dan ruang gerak spekulan tanah dapat dipersempit.
Dapat dikatakan pengendalian harga dan ketersediaan rumah merupakan kunci utama bagi Partai Golkar untuk mewujudkan program rumah terjangkau. Program ini ditunjang oleh 4 agenda: pertama, subsidi KPR dan uang muka; kedua, pembangunan rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan; ketiga, pengawasan harga sewa rumah dan keempat, pembangunan rusunawa. Seluruh agenda ini harus diarahkan ke wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan rumahtangga yang tidak memiliki tempat tinggal. Salam Golkar 4G.
Golkar 4G lainnya:
Sembako Murah
Lapangan Kerja Mudah
Revolusi Industri ke-4