Azhar menilai kondisi tersebut memperlihatkan besarnya tanggung jawab yang harus dijalankan Bahlil. Ia menekankan keberhasilan hilirisasi harus diukur dari dampak nyata terhadap perekonomian dan masyarakat.
“Pekerjaan besar untuk memastikan hilirisasi tidak berhenti pada jargon atau groundbreaking, ada tetapi benar-benar menjadi industrialisasi yang menciptakan nilai tambah, lapangan pekerjaan berkualitas, memperkuat penerimaan negara dan meningkatkan daya saing Indonesia. Di sinilah ukuran keberhasilan harus diletakkan,” tegasnya.
Kepercayaan Presiden Harus Dibuktikan dengan Kinerja
Azhar berpandangan penempatan Bahlil dan Sarmuji dalam posisi yang saling berkaitan dapat memperkuat kesinambungan rantai transformasi ekonomi. Kebijakan hilirisasi, menurutnya, membutuhkan dukungan sektor industri untuk menyerap bahan baku, memperkuat rantai pasok, serta menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Ia juga melihat penugasan tersebut sebagai kesempatan bagi kader Partai Golkar untuk membuktikan kapasitas dan kualitas kaderisasi melalui kinerja nyata di pemerintahan.
"Kepercayaan Presiden kepada Bahlil dan Sarmuji sekaligus menjadi ujian terhadap kualitas kaderisasi Partai Golkar. Sebagai kader kita akan sama-sama buktikan itu," tegasnya.
Azhar menambahkan, BSNPG siap memberikan dukungan secara konstruktif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo melalui penguatan partisipasi politik masyarakat serta pendidikan politik yang berbasis data.
Ia berharap amanah baru yang diberikan kepada Bahlil dan Sarmuji dapat segera diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang memberikan hasil konkret bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji. Selamat bekerja, selamat mengemban amanah. Kepercayaan Presiden adalah kehormatan, tetapi sekaligus tanggung jawab. Rakyat menunggu hasil kerja nyata,” tutup Azhar Adam.