Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Amir Moertono, Teman Seperjuangan Soeharto Di Zaman Revolusi Yang Jadi Ketua Golkar
  Kabar Golkar   21 Juli 2019
Kopkamtib. Sejak 1970, Amir Moertono sudah menjadi anggota Dewan Pembina di Golongan Karya (Golkar). Selepas Ketua Umum Golkar Suprapto Sukowati tutup usia pada 1972, Amir Moertono pun menggantikannya pada tahun berikutnya. Di masa-masa itu Soeharto menjadi Pembina Utama Golkar. Sebagai orang Jawa, seperti dicatat David Reeve (hlm. 378), pada 1974 Amir Moertono menyatakan: keluarga besar Golkar harus memiliki asas handarbeni (milik bersama), hangrukebi (berbagi tanggung jawab), dan mulat sariro (selalu introspeksi/menjaga diri). “Saat Amir Moertono menjadi Ketua Umum Golkar, memang ada Trikarya (Soksi, Kosgoro, MKGR), yang dianggap tidak suka dengan Moertono,” tulis Ramadhan K.H. dalam Peran Historis Kosgoro (2000: 324). Organisasi-organisasi penguat Golkar itu juga dipimpin perwira yang di zaman Soeharto sudah jadi jenderal. SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) terkait dengan Letnan Jenderal Suhardiman, Kosgoro (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong) terkait dengan Mayor Jenderal Mas Isman (tokoh Tentara Pelajar era Revolusi), dan MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong) terkait Mayor Jenderal Sugandhi. Di antara kelompok-kelompok itu, menurut Leo Suryadinata dalam Golkar dan Militer: Studi tentang Budaya Politik (1992: 52), Amir bersaing paling keras dengan Kosgoro dan pendirinya. Gelar Bapak Pembangunan bagi Soeharto Ketika Amir Moertono jadi Ketua Umum Golkar, Mayor Jenderal Ali Moertopo adalah jenderal intel paling berpengaruh yang ikut memperkuat Golkar. Di masa awal Amir memimpin Golkar, Ali Moertopo mendorong kelompok Pemuda Cipayung untuk mendirikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Di akhir kepemimpinan Amir Moertono, ramai suara publik yang ingin menggelari Soeharto sebagai Bapak Pembangunan. Koran Sinar Harapan (31/10/1981), seperti dimuat dalam buku Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita 1981-1982 (2008: 236-238), memberitakan pernyataan Amir terkait hal ini. Ia menegaskan, "usul-usul yang mengharapkan Presiden Soeharto ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan Indonesia dari segi politik memang sudah merupakan kehendak Golkar." Terkait adanya anasir-anasir yang tidak suka Soeharto digelari Bapak Pembangunan dengan menganggap itu sebagai kultus individu—seperti dulu Sukarno digelari Presiden Seumur Hidup—Amir Moertono punya jawaban: “Boleh saja jika ada pihak yang tidak setuju atas usul tersebut.” Bagi Amir, atas nama Golkar, Soeharto punya kelebihan dan berjasa bagi negara. Gelar ini juga perlu untuk membantah isu yang menyebut Soeharto gagal dalam pembangunan bangsa. Sebagai Ketua Golkar, Amir Moertono kemudian digantikan oleh jenderal lain, Mayor Jenderal Sudharmono. Seperti Amir, Sudharmono juga ahli hukum militer. Sudharmono menggantikannya sebagai Ketua Umum Golkar pada 1983. Amir kemudian tetap di Golkar. Dia menjadi anggota DPR RI sebagai wakil dari Fraksi Karya Pembangunan. (Tirto)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.