Dalam pengalaman Golkar, hengkang satu, tumbuh seribu. Karena itu program kaderisasi patut diyakini akan menjadikan Golkar jauh lebih terkonsolidasi, modern dan efektif.
Tambah lagi, jika Golkar Institut yang dicanangkan Ketum Golkar Airlangga Hartato sejak Munas Desember lalu, segera terwujud. Rekrutmen dan pendidikan politik. Untuk menghasilkan kader- kader calon pemimpin yang memiliki pengetahuan sosial, politik, ekonomi dan manajemen partai. Serta, tentunya: kemampuan leadership yang baik dan bermutu.
Maka, setelah 20 tahun perolehan kursi DPR-RI merosot, bukan mustahil siklus itu akan menanjak kembali ke atas. Apakah Golkar 4 tahun lagi, bakal punya capres dari kader internal?
Itu akan banyak tergantung kemampuan partai beringin ini mencapai angka presidential threshold. Tembus 20% dari kursi di parlemen. Paling tidak harus menambah 10 juta suara. Dengan kembali ke angka 129 kursi — seperti hasil pemilu 20 tahun lalu itu — Golkar akan dapat memastikan diri punya capres dari kader internal.
Apakah fenomena pilkada sekarang ini akan berlanjut pada pilpres nanti? Golkar akan punya capres sendiri, dari tokoh internal? Kita harapkan demikian.
*Anggota Dewan Kehormatan DPP Golkar