Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
All The Golkar’s Men
  Muhammad Said   07 September 2020
DPP Golkar menggelar rapat pleno membahas program kerja dan pilkada di kantor DPP Golkar, Jumat (7/2/2020) malam. (Foto: Akurat)

Oleh Antony Z Abidin

kabargolkar.com - Hampir seluruh Kepala Daerah yang diusung
Partai Golkar pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 adalah kader internal Golkar. All The Golkar’s Men. Apakah itu pertanda, pada Pilpres 2024 Golkar juga akan mengusung kader internalnya?

Katua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto menyebut angka 95% dari 270 pilkada, calon Bupati atau Wakilnya adalah orang Golkar.

Bahkan lebih dari itu, dari berbagai survei atau tercatat di sejumlah media sebagai tokoh yang mempersiapkan diri untuk ikut konstastasi pilkada itu, adalah sesama kader internal Gokar Sendiri.

Contoh, calon gubernur Jambi. Empat tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi adalah kader Golkar. Seorang Anggota DPRRI Fraksi Goklar (Hasan Basri Agus/HBA,) 1 Walikota (Fasha) dan 2 Bupati (Cek Endra dan Alharis). Akan tetapi, sekalipun elektabilitasnya paling tinggi, mantan Gubernur Jambi HBA tidak bersedia mencalonkan diri.

Dari 3 kader Golkar bakal calon itu, akahirnya yang terpilih hanyalah 1 calon Gubernur yang sudah mendaftarkan diri ke KPU Jambi (4/9), Cek Endra yang didukung Golkar dan PDIP. Namun, Alharis, Ketua Harian DPD Gokar Kabupaten Merangin, tetap maju diusung partai lain (PAN, PKB, PKS). Uniknya lagi, satu dari tiga calon Gubernur-nya adalah inkamben (Farori Umar), pernah menjadi Ketua Kosgoro Jambi dan Wakil Gubernur (2010-2015) yang diusung Golkar.

Realitas politik itu menegaskan, Golkar mengakar. Sangat berpotensi untuk meraih kembali kemenangan seperti yang pernah dicapainya pada pemilu 2004. Golkar yang ketika itu dikomandoi Akbar Tandjung, memperoleh suara tetinggi, 129 kursi di DPR-RI. Melampui PDIP yang anjlok. Menjadi 109, dari 159 kursi pada pemilu sebelumnya (1999).

Apa kurangnya PDIP pada pemilu 2004 itu? Wong Presiden RI adalah Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnno Putri, anak Proklamator dan Presiden pertama RI.

Lantas, apa hebatnya Golkar yang ketika itu banyak dihujat, dihadang massa lawan politik ketika kampanye? Kantor-kantor DPD Gokar dirusak, bahkan dibakar ludes seperti yang dialami kantor DPP Golkar Jawa Timur?

Kekuatannya ada pada kader, yang diantaranya menjadi tokoh dan pemimpin. Mereka merobah paradigma, membangun platform partai yang reformis. Terkonsolidasi melalui visi, missi dan program yang dapat dikatakan samasekali berbeda dengan era 32 tahun Golongan Karya menjadi partai bekuasa. Itulah Golkar Baru yang kompak, solid, terkonsoliasi. “Golkar Baru, Bersatu untuk Maju”.

Namun, mengapa setelah pemilu tahun 2004 terjadi kemerosotan? Dari 129 kursi turun 106 (2009), turun lagi jadi 91 (2014) dan terakhir 85 (2019).

Apakah karena Partai Golkar kekurangan kader? Tentu saja tidak. Buktinya bahkan Golkar surplus kader pada setiap Pilkada. Yang ditetapkan partai hanya satu calon gubernur, bupati atau walikota. Tetapi, seperti contoh kasus pilgub Jambi itu, kader yang mampu dan berminat lebih dari satu.

Apa yang kemudian terjadi? Kader Golkar itu didukung partai lain. Mereka melepas jaket kuningnya.

Bukan hanya pindah partai, bahkan sejak awal Golkar memasuki era reformasi, tak sedikit tokoh partai Golkar mendirikan partai baru. Mulai dari Edi Sudrajat dan terakhir Berkarya. Tidak aneh

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.