02 Desember 2020
Presiden Soroti Komunikasi Publik, Golkar Dorong Kementerian dan Lembaga Membuka Ruang Dialog Terbuka ke masyarakat
  Nyoman Suardhika
  19 Oktober 2020
  • Share :
Credit Photo / DPR RI

Kabargolkar.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali mengingatkan pentingnya mengenai komunikasi publik agar tak ada isu liar soal vaksin. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai komunikasi publik perlu terus dibenahi serta dilakukan secara terbuka dan transparan.

"Apa yang disampaikan Presiden Jokowi benar adanya bahwa perlu terus menerus membenahi komunikasi publik. Diperlukan cara-cara yang lebih terbuka dan transparan dalam menyampaikan kebijakan-kebijakan kepada masyarakat," kata Ace kepada wartawan, Senin (19/10/2020).

Ace menilai komunikasi adalah kunci dari suatu kebijakan. Terlebih, menurutnya, dalam dunia politik belum tentu semua hal dapat direspons secara baik oleh semua pihak.

"Apalagi ini dalam dunia politik. Kadang-kadang tujuan yang baik belum tentu direspons secara baik pula," ungkapnya.

Ace mendorong agar Kementerian dan Lembaga terkait pengadaan vaksin dapat membuka ruang dialog yang terbuka ke masyarakat. Ia juga mendesak agar Kementerian Agama ikut menjawab isu terkait halal tidaknya vaksin virus Corona.

“Terus ada yang mempertanyakan keabsahan vaksin, Kementerian Agama bersama organisasi keagamaan harus bisa menjawab persoalan tersebut,” kata Ace.

"Tentu, ruang dialog harus selalu terbuka. Sebetulnya bukan hanya Menag, Men-BUMN tetapi juga Kementerian Kesehatan, dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," imbuhnya.

Dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi juga sempat menyoroti komunikasi publik terkait UU Cipta Kerja. Ace pun menilai mekanisme komunikasi terkait omnibus law telah dilakukan dengan keterbukaan, baik dari pemerintah atau pun DPR RI.

"Soal UU Cipta Kerja, saya kira dalam mekanisme pembahasan UU telah ditempuh keterbukaan dan komunikasi publik. Baik Pemerintah maupun DPR RI, misalnya, dalam pembahasan kluster ketenagakerjaan telah mengundang dan melibatkan organisasi buruh untuk dimintai masukan dalam pembahasan UU Cipta Kerja. Dalam catatan saya misalnya, dari pihak pemerintah telah berulangkali mengadakan pertemuan dengan organisasi buruh," jelas Ace.

Diberitakan sebelumnya, dalam ratas yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/10/2020), Jokowi tak hanya mengingatkan soal antisipasi klaster Corona libur panjang. Jokowi berkali-kali menyoroti masalah komunikasi publik.

Jokowi berulang kali mengingatkan pentingnya mengenai komunikasi publik agar tak ada isu liar soal vaksin. Jokowi tak ingin ada kesalahpahaman serupa isu UU Cipta Kerja.

"Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa karena sangat kompleks, menyangkut nanti persepsi di masyarakat. Kalau komunikasinya kurang baik, bisa kejadian kayak Undang-Undang Cipta Kerja ini," kata Jokowi.

"Jadi saya harapkan betul-betul disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi publiknya, terutama yang berkaitan dengan halal dan haram, yang berkaitan dengan harga, yang berkaitan dengan kualitas, nanti yang berkaitan dengan distribusinya seperti apa meskipun tidak semuanya perlu kita sampaikan ke publik. Harga ini juga tidak harus kita sampaikan ke publik," imbuh Jokowi kembali menekankan betapa pentingnya komunikasi publik.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.