Kabargolkar.com - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ferdiansyah pada hari Kamis (23/6/2022) kemarin, telah menerima kunjungan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Abhipraya, Insitut Pendidikan Indonesia (IPI) Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dalam pertemuan itu, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, kehadiran perwakilan mahasiswa tersebut merupakan harapan dari generasi penerus bangsa, yang memberikan kepedulian kepada DPR RI, sebagai lembaga yang menyusun peraturan perundang-undangan.
“Yang membuat kami bangga, adalah kepedulian terhadap sebuah profesi, dalam hal ini profesi guru dan tenaga pendidikan, yang konteksnya sedang hangat-hangatnya diperbincangkan (di DPR RI), di antaranya mengenai status honorer (tenaga pendidikan)," kata Ferdiansyah dalam keterangan persnya, Senin (27/6/2022).
"Itu memang (jadi pembahasan) di Komisi X. Yang mereka (BEM IPI) lakukan adalah mengonfirmasi, apakah iya seperti itu dan mengklarifikasi. Kalau iya, ke depan seperti apa,” sambung Ketua Bidang Organisasi DEPINAS SOKSI ini.
Anggota Komisi X DPR RI ini mengungkapkan, komisinya akan terus berjuang menyampaikan aspirasi itu kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), untuk membuat peta jalan pendidikan sebelum melakukan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Sehingga, kata pria yang akrab disapa Ferdi ini, arah dan tujuan pendidikan yang diamanatkan dalam UU Dasar NRI 1945 di antaranya mencerdaskan kehidupan bangsa dan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dapat terealisasi, dan dijabarkan melalui peta jalan.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdi juga menerima Naskah Akademik terkait pendidikan dari BEM IPI.
“Naskah Akademik itu kita terima, dan akan kami sampaikan saat rapat kerja kepada Kemendikbudristek, tentu kami juga akan menitipkan kepada teman-teman yang punya korelasi kemitraan dengan tenaga honorer, supaya nanti terjadi sinkronisasi dan harmonisasi terhadap apa yang diaspirasikan,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Mahasiswa BEM IPI Firman Yusuf mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan kajian-kajian dan menyampaikan isu-isu terkait pendidikan, terutama terkait kondisi guru.
Mengingat IPI merupakan kampus pendidikan, yang notabene mahasiswanya menjadi guru nantinya, sehingga mereka mendorong ke depannya guru mendapatkan kesejahteraan.
Ia meminta jangan sampai hari ini profesi guru jauh dari hak-haknya.
“Saya berharap selaku Presiden Mahasiswa, dengan seluruh jajaran BEM IPI, ke depannya guru lebih sejahtera lagi, lebih maksimal. Kita pun membuat Naskah Akademik dengan beberapa bulan kajian, dan analis, sudah jadi Naskah Akademik yang pertama kali dari IPI sejak puluhan tahun IPI berdiri. Ini kesuksesan kita bersama, sudah membuktikan bahwa kita mampu membuat Naskah Akademik. Naskah Akademik ini di dalamnya ada tiga substansi. Pertama tentang problematika guru honorer, kedua, tentang PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan terakhir Kampus Mengajar,” tutup Firman.