Wakil Ketua DPRD Sulsel dua periode itu menjelaskan, uji kelayakan hanya berlangsung hingga 10 Juni yang sebelumnya dijadwalkan hingga 12 Juni. Hal itu melihat situasi yang diperkirakan bisa lebih cepat.
"Alhamdulillah, pandemi Covid-19 sepertinya membantu Demokrat melakukan seleksi calon. Terbukti dari 80 pendaftar di 12 kabupaten/kota, hanya separuhnya mengkonfirmasi mengikuti uji kelayakan," jelasnya.
Uji kepatutan dan kelayakan digelar paralel dengan menggunakan dua ruangan. Setiap kandidat diberi waktu selama 60 menit untuk menyampaikan visi dan misinya. Mereka diuji tim penjaringan yang dibentuk DPD di bawah kendali Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Sulsel.