Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Catatan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo: Siasati Ancaman Covid-19 dengan Akal Budi Bersama
  Nyoman Suardhika   06 Juli 2021
Credit / Facebook

Kabargolkar.com - Ancaman penularan Covid-19 terus tereskalasi karena virus Corona SARS-CoV-2 terus
bermutasi. Durasi krisis kesehatan sekarang ini pun makin sulit untuk dihitung. Mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity) pun masih menjadi tantangan, karena vaksin corona yang tersedia saat ini belum sepenuhnya efektif dan jumlahnya pun masih sangat terbatas.

Maka, demi keselamatan bersama, semua orang didorong menggunakan akal budi dengan patuh pada Prokes guna menghindari ancaman penularan Covid-19.

Sejumlah orang, termasuk figur publik, tetap saja terpapar Covid-19 kendati sudah dua kali menerima suntikan vaksin virus corona. Bagi masyarakat yang awam, fakta ini tentu membingungkan, karena sebelumnya sudah dibangun keyakinan bahwa mereka yang sudah dua kali disuntik vaksin corona akan kebal dari potensi penularan.

Berkembanglah pemahaman di sejumlah kalangan bahwa dalam konteks kekebalan atau imunitas, vaksin corona yang tersedia saat ini belum tentu efektif untuk semua orang. Apalagi, SARS-CoV-2 terus bermutasi. Maka, agar bisa terhindar dari penularan Covid-19, setiap orang harus tetap waspada kendati sudah dua kali disuntik vaksin. Kewaspadaa itu harus diaktualisasikan dengan kepatuhan tanpa syarat pada Prokes (protokol kesehatan).

Selain karena faktor efektivitas vaksin yang relatif belum maksimal itu, kewaspadaan semua orang harus tetap terjaga karena ancaman Covid-19 terus tereskalasi.

Proses eskalasi ancaman ditandai dengan mutasi virus SARS-CoV-2 menjadi sejumlah varian. Ada yang digambarkan begitu mudah menular. Misalnya varian Delta yang memicu lonjakan kasus baru di sejumlah negara. Apalagi, varian Delta tidak hanya menyasar orang dewasa, melainkan juga mengintai anak dan remaja di bawah usia 18 tahun.

Virus SARS-CoV-2 yang terus bermutasi bisa saja menyebabkan alat diagnosa yang digunakan sejak awal pandemi tidak efektif lagi untuk mendeteksi varian baru. Bahkan, bukan tidak mungkin juga vaksin corona yang sudah dibuat sekarang pun tidak cukup manjur untuk mewujudkan kekebalan personal ketika seseorang terpapar SARS-CoV-2 varian terbaru.

Maka, sampai pada tahap sekarang ini, layak untuk dikatakan bahwa belum ada vaksin atau obat yang manjur untuk benar-benar melumpuhkan atau memutus rantai penularan Covid-19.

Oleh karena itu, satu-satunya pilihan yang tersedia bagi setiap orang agar terhindar dari penularan Covid-19 adalah melindungi diri dan keluarga. Perlindungan itu akan efektif jika setiap orang dengan kesadaran penuh mematuhi Prokes. Perlindungan itu tidak bisa didapatkan dari kekuatan lain, pun tak bisa dibeli dengan uang.

Virus corona adalah musuh bersama yang wujudnya tidak jelas benar. Virus ini tak bisa dilumpuhkan atau dieliminasi dengan kekuatan senjata tercanggih atau teknologi terkini sekali pun. Hanya dengan akal budi setiap orang dalam melaksanakan Prokes, potensi penularan Covid-19 bisa dihindari.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.