MEMIMPIN GOLKAR, MEMIMPIN INDONESIA: Airlangga Hartarto untuk Wakil Presiden Jokowi 2019
Hartarto lah yang dipilih Jokowi, tentu bukan saja keputusan Jokowi namun juga keputusan partai pendukung utama Jokowi yaitu PDIP.
Ketika dalam posisi Menteri Perindustrian ia ditunjuk sebagai Ketua Golkar sebagai solusi dari dua kubu yang sedang bertikai di Golkar. Namun belum sampai disitu, kemampuan komunikasi politik Airlangga Hartarto menyebabkan ia tetap dipertahankan oleh Jokowi sebagai Menteri Perindustrian, sebuah pengecualian yang jarang terjadi dilingkungan politik. Biasanya ketua partai politik jarang yang bisa merangkap sebagai pembantu presiden. Ada banyak kalangan yang mengincar dua jabatan ini, sehingga Airlangga Hartarto harus memilih salah satunya. Namun lagi-lagi Ia mampu melewati gelombang ini sehingga sampai hari ini ia tetap menjadi Ketua Golkar dan Menteri Perindustrian.
Kemampuan komunikasi politik Airlangga Hartarto bukan sebuah konstruksi sosial yang tiba-tiba dibangun. Namun keutamaan komunikasi politik Airlangga Hartarto, dibangun sejak ia terlahir sebagai putra dari Ir. Hartarto. Siapa yang tidak kenal dengan Ir. Hartarto, yang sangat berwibawa dan cerdas saat mendampingi Soeharto, sang maestro Orde Baru. Tiga periode masa kepemimpinan Soeharto, Ir. Hartarto mendampinginya, sehingga sosok ini dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia. Karakter utama Ir. Hartarto yang cerdas, stratejik, tenang dan berwibawa serta dekat dengan rakyat secara biologik dan ideologik diturunkan kepada Airlangga Hartarto. Saat ini seakan ketika kita melihat Airlangga, kita menemukan karakter Ir. Hartarto. Jokowi dan Indonesia membutuhkan karakter-karakter dasar orang-orang semacam ini.
Dalam situasi saat ini, ketika Airlangga Hartarto berada di lingkungannya yang lain, iapun dapat memainkan komunikasi politik dengan baik dalam geopolitik Indonesia. Di Internal Partai Golkar, Airlangga Hartatro mewakili generasi muda Golkar yang memiliki semangat perubahan yang luar biasa, menjadi lokomotif perubahan Golkar sebagai partai modern. Ia mampu berkomunikasi dengan seluruh komponen kepemudaan di lingkungan Golkar sehingga ia diterima secara luas.
Indikator paling menonjol yang dapat dilihat dari kondisi ini yaitu ketika Golkar digoncang perpecahan, generasi muda Golkar tampil kedepan mendorong agar Golkar harus berubah. Semua sosok calon pemimpin tidak memenuhi syarat memimpin Golkar yang sedang bersetru. Ketika itu justru Airlangga Hartarto menjadi sosok yang diterima oleh semua komponen Golkar. Hal ini bukan karena ia hanya sekedar anak begawan birokrat dan politik, namun kemampuannya memainkan komunikasi politik di semua lapisan massa Golkar, sehingga ia tampil sebagai pemimpin Golkar.

Sebagai partai nasional yang besar, Golkar sejak lama berada di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, Golkar adalah deskripsi Indonesia, dengan demikian secara empirik, kemampuan Airlangga Hartarto telah teruji, memimpin Indonesia melalui Golkar.
Ketika bertaburan nama-nama calon presiden dan wakil presiden di media massa dan media sosial, nama Airlangga Hartarto pun menempatkan posisi kuat dalam bursa calon presiden. Sebagai pimpinan partai yang mendukung Jokowi sebagai calon presiden di pemilu 2019, tentu Golkar memiliki positioning dalam mengajukan calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Dari sisi komunikasi politik ada alasan mengapa Airlangga Hartarto layak mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden, yaitu;
Â
Sosok Mileneal; pemilihan Umum presiden dan wakil presiden 2019 akan menjadi stratigik bagi pemilih mileneal, karena jumlah mereka yang cukup besar yaitu sekitar 40% dari jumlah keseluruhan pemilih di Indonesia. Tentu presiden Jokowi harus mempetimbangkan pendampingnya memiliki akses ke pemilih mileneal ini. Airlangga Hartarto adalah sosok tokoh muda Golkar yang tentunya