Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kalista Salah, tapi Lebih Salah MPR tahun 1998 yang Bubarkan BP7
  Kabar Golkar   10 Maret 2020
Finalis Putri Indonesia 2020 Kalista Iskandar
sadar, eforia reformasi akhirnya berdampak negatif. Pancasila tak lagi menjadi satu-satunya azas. Wajar bila perbedaan yang selama ini direkatkan dengan Pancasila mulai melebar dan meruncing. Konflik SARA mulai bermunculan dan semakin banyak di berbagai daerah.

Padahal Pancasila bukan identik dengan pak Harto atau Orde Baru. Pancasila adalah produk pendiri bangsa. Dan dibumikan sejak Indonesia merdeka, 17 Agustus 1945.

Jadi jangan bully Kalista berlebihan. Kesalahan Kalista tak beda jauh dengan yang dilakukan penyanyi dangdut Zaskia Gotik yang menyebut lambang Sila ke lima sama dengan bebek nungging.

MPR 1998 bertindak gegabah, berpikir pendek, bahwa BP7 adalah produk Orde Baru. Padahal sejarah mencatat Pancasila itu merupakan hasil proses pencarian Proklamator Bung Karno, dan disempurnakan oleh tokoh bangsa lainnya dalam sebuah badan musyawarah (BPUPKI).

Inilah saatnya bagi Partai Golkar berdiri paling depan untuk menghidupkan kembali BP7. Langkah ini sebagai langkah memperbaiki "kesalahan" masa lalu di mana Partai Golkar ikut serta membubarkan BP7 melalui sidang MPR tahun 1998. Padahal Partai Golkar didirikan untuk melawan ideologi Komunis, Leninisme, dan Marxisme. Ironis memang.

Sikap Partai Golkar pada sidang MPR 1998 bisa dipahami karena saat itu Partai Golkar juga sedang berusaha bertahan dari tekanan kekuasan dan publik yang ingin Golkar dibubarkan. 

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.