Padahal Pancasila bukan identik dengan pak Harto atau Orde Baru. Pancasila adalah produk pendiri bangsa. Dan dibumikan sejak Indonesia merdeka, 17 Agustus 1945.
Jadi jangan bully Kalista berlebihan. Kesalahan Kalista tak beda jauh dengan yang dilakukan penyanyi dangdut Zaskia Gotik yang menyebut lambang Sila ke lima sama dengan bebek nungging.
MPR 1998 bertindak gegabah, berpikir pendek, bahwa BP7 adalah produk Orde Baru. Padahal sejarah mencatat Pancasila itu merupakan hasil proses pencarian Proklamator Bung Karno, dan disempurnakan oleh tokoh bangsa lainnya dalam sebuah badan musyawarah (BPUPKI).
Inilah saatnya bagi Partai Golkar berdiri paling depan untuk menghidupkan kembali BP7. Langkah ini sebagai langkah memperbaiki "kesalahan" masa lalu di mana Partai Golkar ikut serta membubarkan BP7 melalui sidang MPR tahun 1998. Padahal Partai Golkar didirikan untuk melawan ideologi Komunis, Leninisme, dan Marxisme. Ironis memang.
Sikap Partai Golkar pada sidang MPR 1998 bisa dipahami karena saat itu Partai Golkar juga sedang berusaha bertahan dari tekanan kekuasan dan publik yang ingin Golkar dibubarkan.