Kabargolkar.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan, pemerintah harus mampu menjelaskan secara detail, terkait persoalan perjanjian pengelolaan ruang udara atau flight information region (FIR) dengan Singapura.
Ketua Umum KOSGORO 1957 Ini menjelaskan, hal tersebut untuk mencegah isu FIR menjadi bola liar yang ujungnya bisa mendiskreditkan pemerintah.
“Jadi, pemerintah harus pertegas dan perjelas lagi soal kesepakatan FIR kepada publik, sehingga tidak menjadi isu liar, apa detailnya,” ujar Dave dalam keterangan persnya, Selasa (1/2/2022).
Menurut Dave, persoalan FIR ini krusial dan penting karena menyangkut kedaulatan negara.
Terlebih pada tahun 2007 silam, kata Dave, kesepakatan antara Indonesia dan Singapura ini gagal karena FIR.
“Perlu terbuka saja apa untung ruginya perjanjian FIR antara Indonesia dan Singapura, lalu apa bedanya dulu dengan sekarang sehingga pemerintah menandatangani kesepakatan," ungkapnya.
"Jangan sampai isu yang berkembang di publik seolah-olah Indonesia rugi dari perjanjian tersebut atau pemerintah ditipu oleh kecerdikan Singapura,” sambungnya.
Lebih lanjut, Dave menuturkan, DPR juga nantinya akan menyoroti isu FIR ini dalam pembahasan perjanjian tersebut sebelum disetujui atau diratifikasi.
Hal yang pasti, kata Dave, dalam perjanjian internasional, kepentingan negara harus diutamakan atau minimal bisa saling menguntungkan kedua negara.
“Kita sebenarnya ingin membahas perjanjian tersebut secepatnya, tidak perlu ditunda-tunda lagi, sehingga bisa dilakukan ratifikasi dan segera diimplementasikan, tetapi kita kan masih menunggu surpres dari presiden soal perjanjian tersebut,” tutup Dave.