Sedangkan peran kedua yang bisa dilakukan adalah menjadi jangkar dalam memastikan inklusivitas dan prioritas yang tidak bias dari isu-isu yang dibahas dan sebagai bank ide G20 yang bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian kepada para pemimpin G20," lanjut Menko Airlangga.
Dari sana, berbekal kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki, T20 tentu diharapkan bisa membuat rumusan dan gugus tugas sekaligus mewakili isu-isu kritis di luar yang dialami oleh negara tuan rumah. Aspek inklusivitas menjadi lebih penting karena pandemi Covid-19 menciptakan ketimpangan yang melebar di seluruh negara. T20 juga memiliki kekuatan untuk memastikan agenda dan perumusan penelitiannya sama-sama mewakili negara maju dan berkembang. (kompasiana.com)